Cari Blog Ini

Sabtu, 17 September 2011

Out of the box But still in the room

"Out of the box But still in the room" adalah moto dalam blog ini. Mungkin teman-teman pembaca sudah tau arti dari kata-kata itu. Yap, kalo diterjemahkan bebas ke dalam Bahasa Indonesia kata-kata tersebut menjadi "Diluar kotak Tetapi tetap dalam ruangan". 

Lalu sebenarnya apa artinya kata-kata di atas? Sebenarnya ini adalah rangkaian kata yang dimaksudkan untuk melatih membuka pikiran. Pikiran kita tak harusnya dibelengu dalam sebuah kotak sempit, yang hanya mampu berfikir selvolum kotak tersebut. Arti kata room atau ruang sendiri memiliki cakupan yang lebih luas dari box atau kotak. Bila kita implementasikan ke kehidupan kita, pemeikiran kitaharus bisa luas, menjangkau ruang yang berjendela dan berventilasi.

Namun kita sadar bahwa ruang pun masih terbatas. Ada dinding-dinding tebal yang mengekang, trus sama aja dong? Jelas Berbeda. Pemikiran dalam ruang saya anggap cukup luas, apalagi kalau ruang tersebut dilengkapi dengan laptop/ tablet dengan akses internet. Betul kan? Lagi pula adanya pembatas dinding ibarat adanya kuasa Allah disetiap pemikiran kita.

Sebagai contoh Kita mungkin bisa berpikir dari mana datangnya barang-barang dirumah? tentu dari pabrik, kemudian kita berpikir lagi, siapa yang mendirikan pabrik? maka dengan mudah kita menjawab manusia. Latas siapa yang menciptakan manusia, kita jawab Allah. Tibalah kita di pertanyaan terkahir, Siapa yang menciptkan Allah?

Ada apa sebelum Allah ada? Jika kita manusia normal dan menganggap bahwa pemikiran itu Out of the box but still in the room, maka ia akan sadar bahwa dinding Allah sedang membatasi otaknya untuk berpikir lebih jauh.

Bagi mereka yang merasa dirinya tidak terbatas ruang, mungkin akan menganggap alam semesta sudah terbentuk sendiri tanpa Allah, atau akan menemukan siapa pencipta Allah. Pemikiran ini hanya akan membawa kepada pemikiran yang tak akan pernah terjawab sehingga manusia seperti itu tidak akan pernah mengakui adanya Allah. Ia kan terus bertanya tanpa menemukan jawaban, Tentu saja ini melanggar kodrat sebagai manusia menurut saya.

Akhirnya, pemikiran yang diluar kotak memang sangat dibutuhkan saat ini, tapi pemikiran yan terlalu luas tanpa adanya batasan berpikir hanya akan membawa bencana kegundahan hati dan pikiran yang panjang tiada henti

Happy Thinking Out of the box But still in the room :-)