Cari Blog Ini

Selasa, 11 Oktober 2016

Antara Bekasi dan Bandung

Assalamu'alaykum
Alhamdulillah bisa nulis lagi, kali ini saya mau ceritain perjalanan saya dari Bekasi ke Bandung trus balik lagi ke Bekasi.

Awalnya hari Selasa, saya dapat telepon dari orang tua murid yang minta saya untuk memberi coaching dan pendalaman materi untuk anaknya yang mau ujian. Tapi ternyata, mereka sekarang di Bandung sehingga saya harus mengajar di sana. Orang tua murid tersebut menawarkan fasilitas travel dan hotel untuk saya tapi saya bilang untuk pikir-pikir dulu. Singkatnya saya menyetujui tawaran travel tapi untuk hotelnya saya tolak karena saya mau bermalam di kosan sahabat saya.

Saya dijadwalkan berangkat hari kamis jam 10 pagi, karena yang mau belajar jam 4 sudah ada di rumahnya. Sayapun sudah dibekali alamat. Rumahnya di daerah dago atas. Tapi karena suatu hal, saya membatalkan niat untuk berangkat jam 10. Baru jam 1 saya berangkat ke Bandung, Tapi bukan dengan travel, melainkan naik Motor :D

Kenapa naik motor? Karena saya mikir kalo saya dikosan temen, trus harus ketempat ngajar, ngangkot di Bandung itu sesuatu (sebelumnya saya udah ngerasain ngangkot di bandung, apalagi pas ketemu lampu merah di daerah soekarno hatta). Akhirnya saya putuskan menggunakan motor. Setelah baca beberapa blog tentang perjalanan Jakarta Bandung, dan nanya murid yang udah di ITB udan UT yg sering bolak balik Jakarta Bandung, akhirnya saya putuskan Naik motor (walaupun ancaman murid saya yg di UT bilang "awas bang, banyak polisi")

Akhirnya, kamis jam 1:06 berangkat dari Kranji, Bekasi. Bensin Full Tank, kondisi motor OK (motor saya CB150R street fighter), sarung tangan, sepatu, dan masker. Alhamdulillah Allah kasih cuaca berawan tapi ga panas. Lalu gimana rutenya?

Dimulai dari depan stasiun kranji, lurua terus sampai depan kantor walikota Bekasi. Maju sesikit akan ada belokan ke kanan, ke arah embarkasi Haji. Ikutin jalan menyuri sungai sampe mentok, kemudian ke kanan lalu ke kiri ke arah univeraitas Bani Saleh. Dari Bani Saleh, saya lewat depan Blu Plaza, DPRD, dan terus melalui Inspeksi Kalimalang. Ketika sampai cibitung, jalan akan dibelokkan kekiri sehingga perjalanan di kalimalang Berakhir di Cibitung.

Di cibitung, setelah dibelokkan ke kiri tadi, kita akan masuk ke pertigaan besar. Tunggu sampai lampu hijau, langsung ambil kanan kearah Cikarang. Ternyata kalau siang seperti ini jalanan cukup lengang, hanya kita harus waspada sama angkot-angkot didaerah ini. Dari cikarang lurua terus ke arah Karawang. Di cikarang sampai lemah abang, saya bisa pacu motor saya 60-70 km/jam. Saat dari lemah abang sampai karawang, topspeednya adalah 105 (waktu nebeng rombongan touring hehe).

Akhirnya sampai di Karawang, yang sudah mulai terlihat gedung Sekolah dan gedung-gedung lain, Nah disini saya agak bingung, tapi karena ada papan jalan menunjuk arah cirebon, saya ikutin papan jalan itu. Niatnya, saya mau ngikutin para bloger buat lewat Curug. Setelah lewat jalan besar dikarawang, saya ga melihat ada plang jalan menuju curug sehingga saya jalan lurua terus lewat Cikampek (Hiks Hiks, kejauhan tapi gpp, saya lewat dalem kawasan industri apa saya lupa tapi belokan kanan kawasan industri itu ada plang tulisan JAKARTA BANDUNG LEWAT TOL dan didalam kawasan induatri itu saya bisa sampai 115 km/jam yeahh).

Keluar kawasan induatri, saya kbali ke track yang benar, belok kanan kearah Purwakarta. Pas Adzan Ashar sekitar 2.45 saya berenti di Pom Bensin daerah Sadang. Sholat Ashar dan istirahat sebentar. Baru Mau jalan jam 3.00 ternyata hujan turun. Berarti waktunya ganti kostum ke jas hujan. Lanjut perjalanan sampai Ciganea, ada plank kanan jatiluhur 8 km, lurus Bandung. Oke lurus.

Disini jalan mulai menanjak, kita akan dilatih sedikit didaerah Wanayasa. Setelah itu kita akan melewati jalur pegununungan yang nanjak dan berliuk-liuk. Disini kadang saya agak melambatkan motor karena harus ikut berbaria dengan truk yang jalannya agak pelan. Alhasil, jashujan dan motor kena cipratan ban truk.

Setelah melewati jalan menanjak dan kebun teh. Jalanan mulai menurun. Diturunan terakhir, terlihat tebing batu disebelah kanan, cantik sangat sodara. Setelah melewati itu, akhirnya sampai juga di Padalarang. Kalo kita udah liat rel kereta sejajar jalan disebelah kiri, berarti kita udah masuk daerah Padalarang. Oke lanjut jalan, udah mulai banyak plang jalan yang nunjukin tulisan PEMKAB Bandung Barat dan Cimahi, maka saya memulih arah Cimahi.

Jam 4.30 akhirnya saya masuk wilayah Cimahi. Sayangnya ini jam pulang kerja apa ya, ditambah hujan akhirnya setengah jam lebih nyusurin jalan Cimahi. Dari aini tadinya mau langsung masuk Bandung dan kearah soekarno hatta, tapi karena udah telat ngajar, maka saya putusin langaung ke Dago, ambil jalur ke arah Pasteur (ternyata lampu merahnya lama dan macet) trua naik jembatan layang, pas turunan pertama ke arah ITB/ RS Boromeus (macet lagi). Akhirnya jam 6.15 samapai di tempat ngajar.

Oh iya, seleaai ngajar, langsung buka google maps ke arah soekarno hatta, trus isi bensin kembali full tank dan Alhamdulillah cuma abis 30ribuan, ga sampe 35.000 untuk Bekasi Bandung

Senin, 12 September 2016

Ada Apa dengan Ibrahim?

Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H :D

Buat para sapi dan mbek yang menyandang predikat hewan qurban, kalian yang tabah ya :D

Oke gaes, kali ini nulisnya yang ringan-ringan aja, ini juga hasil dari denger ceramah abis sholat Idul Adha tadi. Sesuai judul, saya pengen sedikit nulis tentang Ada Apa dengan Ibrahim?

Kenal Ibrahim? bukan, bukan Ibrahim tetangga kamu yak, bukan juga kamu, ini salah satu Rasulullah, Bapak Para Nabi, Salah satu Nabi pilihan yang masuk jajaran Ulul Azmi. Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Trus Ada Apa dengan Ibrahim? Nah ini pertanyaannya. Ada yang udah mikir kah? kenapa dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam? Nabi kita itu kan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, tapi kenapa kita masih harus sholawat ke Nabi Ibrahim Alaihissalam? Bahkan kalo sholat kita ga baca sholawat ke Nabi Ibrahim Alaihissalam, sholat kita failed alias gagal karena membaca shalawat adalah salah satu rukun sholat Tau kenapa?


ini nih alasannya, ada di Al Quran,
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl: 123)

Then We revealed to you, [O Muhammad], to follow the religion of Abraham, inclining toward truth; and he was not of those who associate with Allah. (An Nahl: 123) 

kita ga akan bahas tafsir, saya juga bukan ahlinya, tapi secara arti aja, Nabi Muhammad Sallahau Alaihi Wassalam diwahyukan oleh Allah, untuk ngikutin agama Nabi Ibrahim Alaihissalam, Agama Apa itu? ya Agama Islam. Agama yang Tuhannya cuma satu, Allah Subhanahu Wata'ala.

Tapi kita disini ga akan bahas tentang Agama, tapi lebih ke sosok Ibrahim, sosok Nabi yang masih kita sholawatin sampe saat ini, kenapa? Karena banyak hal yang kita pelajari dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keluarga bersarnya.

1. Kebiasaan Berdoa kepada Allah
Cek dah, kebiasaan Nabi Ibrahim Alaihissalam di ayat-ayat di Al Quran. Kebanyakan ayat-ayat di Al Qur'an tentang Nabi Ibrahim, isinya adalah Doa, apa-apa doa. Nah ini yang harus kita contoh, mau ngapa-ngapain ya doa dulu. Doa ke siapa? ya Ke Allah, sipa lagi Tuhan kita? Betul tidak?

Bahkan salah satu doa awal dari Nabi Ibrahim saat meninggalkan baby Ismail dan Ibunya di Padang Tak Bertuan (baca Q.S. Ibrahim ayat 35 - 41) adalah memohon biar keturunannya ga nyembah yang lain, nyembahnya, mintanya, bergantungnya, cuma sama Allah aja
Bayangin gaes, seorang perempuan, baru melahirkan dengan balita yang belum bisa berbuat banyak, ditinggal di sebuah padang (tanah lapang, ada juga yang bilang padanag pasir), yang ga keliatan satu rumahpun disitu. Bayangin kalo kita jadi mereka, ga ada siapa-siapa yang bisa dimintain tolong, tapi Ibrahim minta ke yang punya itu lahan, siapa? ya Allah SWT.

Makannya, sebelum apa-apa, kita DOA dulu ke Allah, mau nulis, doa dulu, mau baca, doa dulu, mau makan doa dulu, mau masak doa dulu, mau ngapa-ngapain doa dulu ke Allah. Laporan dan minta dulu sama Allah, anggap aja kita lagi ada di tengah lautan dan cuma kita aja, mau minta tolong kesiapa? 

2. Terus Usaha sampai Allah realisasikan
Nah, kadang kita gampang nyerah dan ga mau coba lagi ketika kita mengalami kegagalan. Bayangin kalo itu terjadi sama Siti Hajar, Istri ke-2 dari Nabi Ibrahim, Ibu dari Nabi Ismail Alaihissalam.

Kalo aja Allah ciptakan Siti Hajar dari golongan orang-orang yang lemah, yang ga kuat mentalnya dan tenaganya, ga ada itu rukun haji lari bolak balik Safa dan Marwah. Bayangin gaes, seorang ibu yang cemas ngeliat anaknya nangis kehausan, sedangkan disitu cuma ada mereka berdua, ga ada orang lain di padang yang luas, Mereka berdaoa ke Allah? Jelas, mereka pasti berdoa ke Allah, tapi Allah juga mau liat keseriusan dari doa-doa dia (Siti Hajar).

Siang hari, panas-panas kaya sekarang di Arab (katanya sampe 50an derajat celcius), waktu yang cocok buat peristiwa fatamorgana. Terlihat seperti ada air, tapi ga ada air, cuma udara yang menciptakan ilusi optik. Nah itu yang Siti Hajar lihat, ketika melihat seperti ada air di bukit sebelah, dia lari kesana berharap Allah turunkan air disana. Faktanya? ga ada, sampai 7 kali bolak balik. Kalo Siti Hajar lemah, sekali balik pasti udah nyerah. Setelah cape 7 kali bolak balik Hasilnya apa? GAGAL bos secara pandangan manusia

Tapi Allah ga tinggal diam kepada hambanya yang udah berdoa dan berusaha, emang bener Siti Hajar ga berhasil alias GAGAL dapetin air, tapi Allah kasih jalan lain, melalui kaki mungil Ismail. Di bawah kakinya, muncul mata air yang sampai hari ini masih terus mengalir.

Nah, kalo kita udah doa, udah usaha sesuai dengan doa, tapi Allah belum juga ngeliatin kita hasilnya. Santai, jangan keburu nyerah, istirahat boleh, tapi terus aja usaha, ga tau darimana, mungkin dari arah yang ga kita duga, Allah kirim hasil doa dan usaha kita. Kaya cerita Siti Hajar barusan

Tadi dikhutbah ada 4 sih yang khatib kasih tau, tapi nanti nyambung lagi InsyaAllah
Semoga ini bisa mendorong kita untuk terus berDOA dan berUSAHA, jangan nyerah sob :)

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

to be rsambung

Rabu, 17 Agustus 2016

MERDEKA

MERDEKA

Bismillahirrohmannirrohim
MERDEKA itu adalah ketika menjadi hamba Allah saja. Hanya Allah yang kita taati, turuti, dan patuhi. Hanya Allah yang Paling Besar, Paling Tinggi, dan Paling Mulia
MERDEKA itu tidak menjadi hamba duit, jabatan, waktu, nafsu, partai, dan siapa pun. Berdaulat atas dirinya sendiri karena hanya menghamba kepada Allah Subhanahu wata’ala

Jakarta, 17 Agustus 2016
Yusuf Mansur