Cari Blog Ini

Sabtu, 04 November 2017

BALADA DIGITALISASI UANG

BALADA DIGITALISASI UANG
Tulisan Pribadi tanpa dasar (hanya opini dan sedikit fakta)

Jaman now memang banyak hal-hal yang serba instan. Padahal seperti yang kita banyak tahu, sesuatu yang instan-instan itu kurang baik dan biasanya akan berdampak buruk jika terus di"konsumsi" dalam jangka yang relatif panjang.

Ga cuma dalam dunia makanan, sekarang semua dituntut serba cepat dan bisa dibilang serba instan. Tak terkecuali uang. Kalo temen-temen baca sejarah uang, maka zaman dulu, setelah sistem barter, terbitlah sistem emas dan perak sebagai alat tukar yang sah. Orang yang memiliki emas dan atau perak layaknya orang yang membawa uang saat ini.

Emas dan Perak adalah sistem alat tukar dari romawi dan persia (emas dari romawi dan perak dari persia) yang ketika ditakhlukan oleh pejuang Islam, semua syariat berubah kecuali soal alat tukar. Emas dan perak tetap dipakai dan diadopsi sebagai alat tukar yang sah. Namun bisikan-bisikan halus dari alam lain membuat manusia melakukan  KESALAHAN PERTAMA soal uang.

KESALAHAN PERTAMA
Emas dan perak dinilai berat dan tidak praktis dalam jual beli atau bertansaksi. Walaupun sudah ada emas-emas pecahan yang disebut fulus, berbagai pihak masih mengganggap emas dan perak adalah alat pembayaran yang NGE-RIBET-IN. Belum lagi bahaya kriminal yang mengancam ketika membawa emas dalam jumlah banyak. Atas dasar2 inilah beberapa orang sepakat membentuk "bank" emas. Siapapun yang memiliki emas dan perak, berhak menitipkannya ke bank tersebut. Pihak bank akan mengeluarkan surat berisi keterangan yang sah yang menerangkan kepemilikan emas disana. INILAH KESALAHAN PERTAMA MANUSIA. Menukar emas dengan selembar kertas.

Awalnya, setiap akan bertansaksi, pemilik emas akan ke bank mengambil sebagian emasnya, kemudia ia ginakan untuk membeli seauatu. Lama-lama cara ini dianggap tidak praktis. Naluri manusia dan bisikan alam lain menyuruh manusia memikirkan cara lain. Akhirnya banyak orang yang memiliki surat kepemilikan emas, berbelanja dengan suratnya. "Ini saya beli sekian banyak barang anda, dan ini sya bayar dengan surat kepemilikan emas saya, silahkan ambil di bank emasnya". Yap inilah awal mula uang kertas, suatu bentuk kesalahan manusia dalam hal UANG. Sampai disini, ada yang bisa jawab, siapa pemilik emas, dalam bentuk sebenar benarnya emas, terbanyak?

Lama kelamaan, banyak transaksi menggunaka  surat kepemilikan emas. Hal ini memunculkan ide untuk membentuk alat tukan yang baru dan disebut dengan UANG KERTAS. Dimana letak bodohnya segolongan umat manusia? (maaf bila menggunakan bahasa agak kasar). Bayanhkan anda membawa sekeping emas senilai Rp 100.000 saat itu. Selain itu Anda juga membawa selembar uang Rp 100.000. Diperjalanan, anda mengalami sebuah kejadian entah apa yang menyebabkan  emas anda patah dan terbelah dua/bengkok. Uang Rp 100.000 Anda pun robek menjadi 2. Mana kira2 yang masih bisa digunakan untuk bertransaksi?

Bagaimanapun bentuk emas, walaupun terbelah dua, nilainya akan tetap sama dengan harga emas yang berlaku saat itu. Tapi coba bandingkan dengan uang kertas, jika ia robek terbelah dua, apakah pemilik warung aka  tetap mau menerima uang Anda?

Dan Saat ini, manusia sedang berjalan kembali merajut KESALAHAN KEDUA dalam hal alat tukar. Apa kesalahannya? Yaitu ingin merubah UANG KERTAS menjadi ELECTRONIC MONEY, uang yang hanya terlihat dalam layar komputer atau smart phone tanpa fisik uangnya, paling hanya berupa kartu.

E-MONEY
E-Money memang mebuat hidup lebih mudah dan lebih praktis, tak perlu banyak bawa uang tunai, sudah cukup bawa kartu untuk belanja. Tapi ancaman E-Money lebih besar dan lebih masive dampaknya dibandingkan uang kertas. Apa saja dampak terburuknya?

1. Ingat kasus century? Ada yang sampai bunuh diri karena uang nya (menurut dia sesuai buku tabungan) tidak ada datanya di Bank tersebut, bank yang pailit?

Ya ini berbicara data, jika uang anda hanya berupa data, ketika pihak bank "main curang" atau ada hacker yg membobol sistem keamana  bank dengan virus dan worm nya, Lantas kita bisa apa? Apa dana LPS harus turun u tuk membantu kita semua bila hal jni yerjadi?

Mau ngadu dengan nominal dibuku tabungan kita? Sepertinya akan sangat melelahkan.

Contoh kasus lain adalah kasus kembalinya sistem tulis tangan dibeberapa rumah sakit di inggris dan indonesia, karena data mereka di encyrpt oleh virus wanna cry? Kira kira bila hal ini terjadi di Bank, Apa pihak bank mau nebus?

2. Krisis moneter/ krisis keuangan. Pernah denger collapse nya yunani? Sampai2 bank tutup karena ga punya uang lagi, dan warganya hanya boleh ngambil uang via atm USD 67 sehari. Hal ini jadi bikin antrian di ATM mengular. Ini adalah salah satu efek penggunaaan uang secara digital sehingga orang orang jarang pegang uang cash. Bagaimana ketika krisis datang dan uang2 kita dalam bentuk digital?

For All, ini adalah opini saja, saya pun termasuk pengguna emoney yang terpaksa harus pakai karena jalan tol sudah tak tunai. Tapi saya akan tetap membudidayakan bertransaksi dengan uang kertas cash (sambil nabung emas) agar ketika hal buruk terjadi, kita masih ada backup duniawi.

Bagaimanapun kita harus berterimakasih kepada simbok simbok yang masih berjualan dipasar tradisional, para pemilik warung disamping rumah kita, dan pedagang kaki lima serta pedagang keliling yang masih menerima pembayaran tunai. Tidak terkecuali saya jadi sesikit mengambil sisi positif dari "transaksi narkoba" dan "transaksi di gang dolly/ kalijodo" yang masih menggunakan  transaksi cash saat amerika krisis moneter yang berdampak luas ke seluruh dunia, tapi berdampak tidak begitu besar ke Indonesia.

Jadi menurut saya jangan terlalu banyak mendigitalisasi uang ke Bank, bentuk kartu, atau uang digital lain, lebih baik saat ini transaksi cash on delivery (COD) atau transaksi dengan emas :D

Salam dari opini pribadi

Senin, 20 Februari 2017

Light of Hope

Dalam suatu ruangan, ada empat lilin yang menyala menenrangi ruangan tersebut. Namun sedikit demi sedikit semua lilin meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar merka

Lilin Pertama berkata:
"Aku adalah lilin kedamaian, namun manusia tak mampu lagi menjaga ku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja."
Demikian sedikit demi sedikit lilin itu padam.

Lilin Kedua berkata:
"Aku adalah lilin keyakinan, sayangnya aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenaliku, manusia tak lagi yakin siapa dirinya, manusia tak lagi yakin kepada Tuhannya. untuk itu tak ada gunanya aku menyala".
Begitu lilin itu selesai berbicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin Ketiga berkata:
"Aku adalah lilin cinta, aku tak mampu lagi untuk tetap menyala. Manusia tak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka kini saling membenci bahkan membenci mereka yang mencintainya, nenbenci keluarganya".
Tampa menunggu waktu yang lama , padamlah lilin ke tiga

Tanpa terduga

Seorang anak saat itu masuk ke dalam ruangan dan melihat ruangan itu cukup gelap karena ketiga lilin telah padam. Karena takut kegelapan, ia berkata
"Apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut kegelapan."
Lalu ia menamgis tersedu-sedu

Lalu dengan terharu lilin keempat berkata
"Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya. Karena aku adalah lilin HARAPAN

Wake Up Friends

Indonesia Masih Punya HARAPAN
HARAPAN DARI KITA