Cari Blog Ini

Rabu, 21 Desember 2011

The Legend of Science

Judul  : Aong, The Legend of Science
Jenis  : Science semi Fiction
Durasi : Depend on the reader

Biologi, Kimia, Geografi, dan Fisika. Dahulu keempat negara hidup dengan damai. Tapi semua berubah ketika negara Kimia menyerang. Hanya Avatar, penguasa empat elemen, yang bisa menghentikannya. Tapi saat dunia membutuhkannya, Ia menghilang. Beratus tahun kemudian aku dan kakakku menemukan seorang avatar muda yang baru. Seorang pengendali fisika bernama Aong. Walaupun ilmu pengendalian fisikanya sangat bagus, ia masih butuh banyak waktu untuk untuk menguasai semuanya. Tapi aku yakin Aong bisa menyelamatkan dunia.


bersambung ga yaaa....

Jumat, 18 November 2011

Penampilan dan Kenyataan

Suatu ketika sekelompok anak kelas XI suatu SMA Negeri mengadakan home stay disebuah desa. Mereka akan menjalankan rutinitas tahunan mereka. Kali ini meereka berada di sebuah desa yang cukup makmur dengan hamparan sawah yang menghijau luas karena baru memasuki musim tanam.

Mereka tinggal di desa tersebut selama 3 hari 4 malam. Di akhir hari ke tiga mereka diharuskan menentukan warga masyarakat sekitar yang mereka rasa kekurangan. Dalam hal ini tak satupun kelompok siswa yang berkonsultasi dengan petugas desa karena mereka murni ingin memberi kepada warga yang mereka anggap kekurangan dan tidak mampu.

Tersebutlah sekelompok siswa yang menunjuk rumah tempat mereka tinggal sebagai salah satu calon penerima santunan. Mereka memutuskan untuk mengajukan rumah ini karena didesa, rumah inilah yang paling sederhana, Ukurannya tidak terlalu kecil, malah bisa dikatakan cukup besar, namun dindingnya hanya terbuat dari bilik banbu dan lantainya masih berupa tanah.Yang tinggal di dalamnya hanyalah seorang nenk tua yang usianya diperkirakan 60-70 tahun. Nenek itu hidup sendiri di rumah tersebut. Ia seorang janda. Anak dan cucu-cunya ada dikota besar utnuk mencari nafkah dan hidup di sana. Hanya sesekali mereka pulang ke desa. Setiap hari mereka melihat nenek tersebut memakai baju yang cukup lusuh Atas dasar itulah mereka mengajukan nenek tersebut untuk mendapatkan bantuan.

Mereka menyampaikan niat mereka ketika berkumpul bersama dengan kelompok yang lain dan dihadiri kepala desa. Saat mereka mengajukan nenek tua tersebut untuk mendapat bantuan, Langsung saja kepala desa tersebut tertawa. Semua murid dan guru yang ada di tempat tersebut bingung melihat tawa kepala desa, kenapa nenek tua renta yang akan diberi santunan justu ditertawakan?

Akhirnya tawa kepala desa tersebut reda dan mulai berkata

"Anak-anak yang saya cintai, niat kalian untuk memberi memang bapak akui patut dicontoh oleh banyak masyarakat. Jaman sekarang memang jarang ada orang yang punya hati nurani seperti kalian. Bapak berharap semangat hati kalian untuk memberi tak akan pernah padam"

Pak Kepala Desa menghela napas sejenak

"Namun perlu Bapak tekankan disini. Memberi itu tidak hanya sekedar menyodorkan uang atau barang lain ke penerima. Namun perlu dilihat juga apakah ia pantas untuk menerimanya atau tidak. Jangan kalian lihat orang lain dari penampilannya. Nenek yang rumahnya kalian tinggali itu justru adalah orang terkaya di desa ini..."

"HAAHH?" hampir semua murid dan guru meneriakkan hal yang sama

"tiga perempat sawah yang ada di desa ini adalah miliknya. Ia memang tak sanggup lagi untuk mengurus sawahnya, sehingga ia meminta penduduk desa yang lain membantunya. Ia juga tak suka tinggal di rumah berbinbing bata seperti kita, karena ia sudah terbiasa dengan hidupnya. Memang ia seorang janda, tapi janda kaya raya. Ia tak pernah kekurangan satu apapun."

sejenak kelompok yang mengajukan nenek itu terdiam, mereka tidak menyangka bahwa nenenk yang berpakaian lusuh itu ternyata adalah seorang yang kaya raya

Sabtu, 29 Oktober 2011

99 Cahaya di Langit Eropa

Pernah ke Eropa? Atau berencana jalan-jalan ke Eropa? Sudah berapa banyak buku traveling guide yang Anda baca? Apa saja yang Anda dapatkan dari buku-buku tersebut? Bagaimana jika saya sarankan Anda membaca buku "99 Cahay di Langit Eropa" karya Hanum Salsabila Rais dan suaminya Rangga Almahendra.

Apa yang menarik dalam buku ini sehingga saya masukkan ulasannya ke dalam blog ini? Paling tidak ada dua keunggulan dalam buku ini yang harus saya sebutkan.

Pertama, buku ini tidak hanya sekedar buku catatan perjalanan biasa, di dalamnya penulis bertemu banyak tokoh nyata yang memiliki jalan pikiran yang menawan. Tokoh Fatma imigran asal Turki yang tinggal di Austria,  walalupun pendidikannya tidak setinggi penulis, namun jalan pikiran yang digabungkan dengan kerendahan hati, membuatnya lebih pintar daripada kita yang mungkin sudah belajar hingga ke jenjang S2 atau S3. Berikut kutipan percekapan Hanum dan Fatma di sebuah kafe.

Fatma: Kalau yang memakai menara tinggi disebut gereja bergaya gothic. Semakin tinggi menara dimangun, jemaat yang berdoa dalam gereja akan merasa semakin dekat dengan Tuhan. Karena Tuhan diasumsikan berada di atas langit. Kalau gereja yang atapnya berbentuk kubah seperti masjid, disebut bergaya baroque. Nah biasanya dalam gereja baroque, lukisan-lukisan gambaran malaikat dan mosaik bersepuh emas lebih dominan karena ...


Hanum:  Psst ...psst, Fatma, diamlah sebentar...


Fatma: Ada apa hanum? Kau tak suka kita membicarakan gereja?


Hanum: Kurasa tamu dibalik tembok ini sedang menjelek-jelekan Islam, mereka menyebut croissant melambangkan bendera Turki yang bisa dimakan.Kalau makan croissant, berarti memakan Islam! Menyebalkan!


Fatma: Aku punya rencana Hanum!
Aku perlu tahu dulu, berapa orang yang berada di balik tembok itu, Hanum.


Hanum: Aku tak yakin Fatma, tapi aku bisa berpura-pura pergi ke WC untuk melihat berapa jumlah mereka
...
Hanum: Tiga orang, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Seumuran dengan kita, kurasa. Kita habiskan dulu minuman dan makanan ini, kita bayar, lalu kita peringatkan mereka baik-baik, Fatma!


Fatma: Apa sih yang mereka makan? Croistan saja?


Hanum: Ya, dan 3 bir, sepertinya (kemudian kami menghabiskan makanan dan minuman kami)


Fatma: Pelayan, Aku membayar untuk smeua. Termasuk untuk meja di belakang kami, Aku yakin tagihan mereka tak lebih dari 15 Euro. Kalau sisa, itu untuk tipmu. Kalau kurang, suruh mereka bayar kekurangannya saja. Oh ya, berikan pesan ini untuk mereka kalau kami sudah pergi.(ujar Fatma sambil menyerahkan kertas)
...
Hanum: Kau menulis apa di kertas itu, Fatma?


Fatma: Aku cuma tahu sedikit bahasa Inggris, Hanum. Aku hanya menulis 'Hi, I am Fatma, a muslim from Turkey', lalu kutulis alamat e-mailku, itu saja.


Hanum: ... (termeneung) Bagaimana kau bisa tak marah sedikitpun Fatma?


Fatma:  Tentu saja akau tersinggung, Hanum. Dulu aku juga jadi emosi jika mendengar hal yang tak cocok di negeri ini. Apalagi masalah etnis dan agama, Tapi seperti kau dan dinginnya hawa di Eropa ini, suhu tubuhmu akan menyesuaikan. Kau perlu penyesuaian, Hanum. Hanya satu yang harus kita ingat. Misi kita adalah menjadi agen Islam yang damai, teduh, indah, yang membawa keberkahan di komunitas nonmuslim. Dan itu tidak akan pernah mudah

Perpaduan antar pemikiran yang cepat dan kerendahan hati ternyata begitu indah. Mungkin kita masih banyak yang seperti Hanum waktu itu, dan Mungkin sedikit di antara kita yang bersikap seperti Fatma. Sedikit gambaran dari percakapan terebut mungkin akan mengingatkan kita bagaimana cara berpikir dengan hati dan merasakan dengan akal.

bersambung...

Kamis, 06 Oktober 2011

Menulis

Tulis apa yang kauakan kerjakan
Kerjakan apa yang telah kau tulis
Tulis apa yang telah kau kerjakan

Yup, menulis, berasal dari kata tulis yang mendapat imbuhan me- sehingga menjadi sebuah kata kerja 'menulis'. Apa itu menulis? Menulis merupakan proses penyaluran ide atau sesuatu yang dilihat ke dalam secarik kertas atau sebuah tempat untuk meletakkan tulisan.

Bagaimana kita mulai menulis?
Pertanyaan ini yang peling sering ditanyakan oleh banyak orang. Banyak dari mereka yang merasa dirinya tidak mampu mebuat tulisan entah di kertas atau di media lain. Beragam alasan mereka yang merasa tidak bisa menulus, mulai dari gramatikal sampai pemilihan kata. Tapi apakah semua itu membuat kita merasa tidak bisa menulis?

Satu hal yang perlu diingat adalah menulis adalah proses penyaluran ide atau sesuatu yang dilihat, so
apapun itu dapat kita tuliskan dengan kata-kata.


Proses menulis sendiri sebenarnya sangat mudah, namun karena mind set kita lebih banyak terjajah oleh rasa malas dan pikiran negatif, maka akan terasa sangat sulit untuk membuat suatu tulisan.

Langkah pertama mebuat tulisan hanyalah membuat suatu rangkaian huruf (kata) dan selebihnya rangkailah kata yang muncul dari dalam pikiran kita.

Kalian harus tahu, bahwa post kali ini hanya bermula dari sebuah kata yang muncul dalam otak begitu saja. kata itu adalah TULIS, maka saya tulis saja kata tulis di awal post ini. Selnjutnya, rangkaian kata muncul begitu saja, dan jadilah tulisan sampai kata ini.

Yap begitulah proses menulis yang simpel, tidak mahal, ga ribet dan menyenangkan melihat jari-jari menari di atas keyboard. Satu tips lagi saat menulis adalah minimalisisr fungsi backspace dan delete

Yuk terus corat coret dan terus menulis, karena membaca saja tidak cukup.
cobain untuk menulis apa saja, dan rasakan bedanya.
TRUST ME, IT WORKS :-)

Sabtu, 17 September 2011

Out of the box But still in the room

"Out of the box But still in the room" adalah moto dalam blog ini. Mungkin teman-teman pembaca sudah tau arti dari kata-kata itu. Yap, kalo diterjemahkan bebas ke dalam Bahasa Indonesia kata-kata tersebut menjadi "Diluar kotak Tetapi tetap dalam ruangan". 

Lalu sebenarnya apa artinya kata-kata di atas? Sebenarnya ini adalah rangkaian kata yang dimaksudkan untuk melatih membuka pikiran. Pikiran kita tak harusnya dibelengu dalam sebuah kotak sempit, yang hanya mampu berfikir selvolum kotak tersebut. Arti kata room atau ruang sendiri memiliki cakupan yang lebih luas dari box atau kotak. Bila kita implementasikan ke kehidupan kita, pemeikiran kitaharus bisa luas, menjangkau ruang yang berjendela dan berventilasi.

Namun kita sadar bahwa ruang pun masih terbatas. Ada dinding-dinding tebal yang mengekang, trus sama aja dong? Jelas Berbeda. Pemikiran dalam ruang saya anggap cukup luas, apalagi kalau ruang tersebut dilengkapi dengan laptop/ tablet dengan akses internet. Betul kan? Lagi pula adanya pembatas dinding ibarat adanya kuasa Allah disetiap pemikiran kita.

Sebagai contoh Kita mungkin bisa berpikir dari mana datangnya barang-barang dirumah? tentu dari pabrik, kemudian kita berpikir lagi, siapa yang mendirikan pabrik? maka dengan mudah kita menjawab manusia. Latas siapa yang menciptakan manusia, kita jawab Allah. Tibalah kita di pertanyaan terkahir, Siapa yang menciptkan Allah?

Ada apa sebelum Allah ada? Jika kita manusia normal dan menganggap bahwa pemikiran itu Out of the box but still in the room, maka ia akan sadar bahwa dinding Allah sedang membatasi otaknya untuk berpikir lebih jauh.

Bagi mereka yang merasa dirinya tidak terbatas ruang, mungkin akan menganggap alam semesta sudah terbentuk sendiri tanpa Allah, atau akan menemukan siapa pencipta Allah. Pemikiran ini hanya akan membawa kepada pemikiran yang tak akan pernah terjawab sehingga manusia seperti itu tidak akan pernah mengakui adanya Allah. Ia kan terus bertanya tanpa menemukan jawaban, Tentu saja ini melanggar kodrat sebagai manusia menurut saya.

Akhirnya, pemikiran yang diluar kotak memang sangat dibutuhkan saat ini, tapi pemikiran yan terlalu luas tanpa adanya batasan berpikir hanya akan membawa bencana kegundahan hati dan pikiran yang panjang tiada henti

Happy Thinking Out of the box But still in the room :-)

Minggu, 28 Agustus 2011

Air dan Api

Air adalah zat yang tersusun dari ikatan dua unsur hidrogen dan satu unsur oksigen. Sedangkan api adalah oksigen yang memanas yang memancarkan energi yang cukup tinggi.

Selama ini kita tahu bahwa ungkapan "bagai air dan api" adalah ungkapan yang memiliki arti hubungan yang sulit bahkan tidak mungkin bersatu. Hubungan yang satu akan mengalahkan yang lain dalam jika jumlah mereka lebih besar.

Dalam filosofi api sering dikaikan dengan sifat liar dan sifat keberanian, sedangkan air yang dingin menunjukkan kelenturan, keakraban, dan ketenangan.

Mungkin orang selalu berpikir air dan api adalah hubungan yang tidak menguntungkan. Tapi pernahkah kita melihat dari sisi yang berbeda. Saya bisa katakan mereka bukan saling bermusuhan, melainkan saling melengkapi. Zaman dulu, tak akan ada air panas, tanpa adanya api baik dalam bentuk api kompor atau api gunug (read: magma). Pembuatan uap air pun membutuhkan air yang lebih banyak dari hasil pemanasan air oleh api.

Itu lah yang kadang kita jarang lakukan, melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Pemikiran kita cenderung berada pada posisi dimana kita berpikir langsung atas apa yang kita lihat, Tak jarang pemikiran ini menimbulkan reaksi negatif.

Sekarang apa yang kita pikirkan atas masalah-masalah ini:

1. Lima rumah di kecamatan X habis terbakar pada peristiwa kebakaran kemarin
2. 10 orang dari 1000 pelamar pekerjaan di perusahaan Y akan diterima
3. Dompet kita dicopet, uang sebesar Rp 350.000,- dan surat-surat penting lainnya ada di dalamnya.

Bagaimana/ Apa tanggapan kita?
Mungkinkah apa yang kita pikirkan sama
Untuk masalah pertama sesaat akan terlintas, kasihan sekali yang punya rumah, pasti sedih banget, apa lagi mau lebaran. Tidak ada yang salah dengan pemikiran tersebut, tapi coba simak pemikiran ini, Alhamdulillah masih banyak rumah yang ga kebakar, jadi masih bisa menolong orang-orang yang rumahnya kebakar, seenggaknya bisa membantu menghibur mereka. Bagaimana?

Untuk masalah kedua dan ketiga tentunya kita juga sudah tau apa yag akan kita pikirkan. Dari pada berpendapat kasihan yang 990 orang belum dapet kerja, lebih baik kita bersyukur Alhamdulillah ada 10 orang yang ketrima, pengangguran berkurang sedikit. semoga 10 orang tadi akan bekerja maksimal sehingga perusahaannya makin besar dan membutuhkan orang lagi sehingga yang 990 orang bisa di ajak lagi. Amin. Lalu daripada larut memikirkan hilangnya dompet beserta uang dan surat berharga, lebih baik kita syukuri nyawa dan keimanan kita masih ada di dalam raga ini, belum ada yang nyopet kan?

So. change your lens to change your world.
Berpikir positif yuk (berpikir positif: kalo ga ada yang baca nih blog, seenggaknya penulisnya dah baca, Alhamdulillah :-) )

Minggu, 06 Maret 2011

Pasar Sore I Gusti Ngurah Rai

Jalan I Gusti Ngurah Rai (perpanjangan) bisa dibilang kini menjadi jalan utama penghubung Bekasi (Kranji) dan Jakarta (Cakung). Jalan yang memiliki panjang sekitar 2 km itu kini mulai ramai dilalui oleh angkot dan kendaraan pribadi. Namun tak hanya sebagai jalan, setiap sore, jalan tersebut menjadi Pasar, atau bisa saya katakan Supermarket terpanjang yang pernah saya lihat.

Ini adalah salah satu cara memandang sesuatu dari sudut yang berbeda. Sisi lain sebuah jalan I Gusti Ngurah Rai yang bila tiap pagi ramai oleh kendaaraan pribadi dan angkutan umum, namun di sore hari berubah menjadi surga bagi para pencari barang-barang murah dengan kualitas yang tidak terlalu buruk. Jangan salah, mulai dari makanan, pakaian dan perlengkapan lain, semua ada di sini. Itulah sebabnya mengapa saya katakan ini sebagai Supermarket

Jika kita dari arah Jakarta, pertama kali kita masuk jalan tersebut, kita akan disambut oleh pedagang buah, makanan, dan minuman. Bagi kalian yang mencari Es Dawet Hitam Khas Kutoarjo, atau mencari Batagor spesial, Disini kalian dapat menemukannya. Selain makanan, minuman, dan buah, Anda dapt menemukan hiasan dinding, sepatu/ sendal, Modem Pak Bakrie (kadang), mainan anak, bahkan sampai TV plasma 29'' dijual di sana.

Jika anda ingin berbalik arah, banyak putaran yang bisa dilalui. Seperti di jalan sebelahnya, di sisi yang mengarah ke Jakarta, juga terdapat pedagang yang sama, mungkin dengan tambahan yang berbeda (kadang sisi ini lebih update, jam monol, silly band, dan lain-lain. Jika anda ingin mengisi bahan bakar kendaraan anda, atau mampir sebentar untuk cuci mobil/ motor, di sini tempatnya. SBPU 24 jam lengkap dengan ATM Mandiri dan BNI dan Rumah Makan Padang Sederhana.

Apa lagi yang bisa kita lihat? Ini dia bahasan terakhir sebelum anda coba sendiri datang ke lokasi. Bagi anda yang punya anak dan anak anda ingin sekali melihat kereta apai, atau kereta listrik, Lokasi ini menjadi spot yang bagus. Selain dapat melihat kereta apai, bagi Anda yang melintasi jalan Bekasi - Jakarta, anda dapat menikmati sun set di ufuk barat. Berbelanja dengan disirami cahaya jingga, bukankah sesuatu yang menarik?
Jadi sempatkanlah diri anda unatuk mengunjungi pasar ini.

Oh iya, 1 catatan, jika Anda ingin berbelanja di sini, pastikan Anda telah mendaftar apa saja yang akan ada beli, hindari pemborosan ya. Selain itu karena pasar ini ada di pinggir jalan, maka pasar ini sungguh sangat macet terutama sabtu sore dn ahad sore. Jalan yang agak rusak pun memperparah kemacetan yang terjadi. Terakhir bila anda ingin ke sana, ajak lah teman Anda, karena di pasar ini tidak disediakan lahan parkir. ^^

Selamat menjelajah

Sabtu, 05 Februari 2011

We are on War

Denger-denger kata perang kayanya agak serem ya, banyak pertumpahan darah, banyak mayat bergelimpangan dan de el el...eits tunggu dulu...

Pada posting ini ga akan dibahas perang yang modelnya begitu...tapi akan lebih condong ke perang yang lagi ngetren saat ini... yang tentunya kita juga dah ikut perang di dalemnya.... Nah loh... gw ga punya musuh masa gw ikut perang... perang apaan nih?

Santai gan, sekarang ini lagi jamannya perang pemikiran... Perang yang ga pake senjata api, perang yang ga mengharuskan terjadinya pertumpahan darah... tapi perang ini punya sasaran laen yaitu akal dan akhlak kita... yang nantinya juga mungkin akan menghasilkan pertumpahan darah dan perpecahan.

Masih belom percaya sekarang kita lagi perang pemikiran?
Nih sob, perang pemikiran itu kalo gw bilang bisa lebih halus dari mahluk halus sekalipun...hehehe
contohnya begini sob, pernah ga ngeliat para perempuan pake jilbab yang lebar-lebar (kalo kata salah satu temen saya, sampe kaya ninja..piss para akhwat)...nah karena dianggap kurang fleksibel untuk melakukan aktifitas. Akhirnya oleh sebagian orang, yang tentunya musuh-musuh dalam perang pemikiran, dibuatlah model jilbab baru yang lebih fleksibel, yang lebih simple, yang bisa dililitin di leher... disebutnya jilbab modis. Tapi kalo gw bilang, jilbab yang begituan dah ga sesuai ma perintah langsung ALLAH SWT. (liat surat al azhab ayat 59). Ini Allah yang merintahin loh bukan gw...hehehe
Dimana perangnya? perangnya mah ga keliatan tapi coba liat orang-orang yang kalah perang (baca: korban), yaitu perempuan yang pake jilbab modis dan menganggap jilbab lebar dah ga modis, n cuma buat orang-orang arab

Contoh laennya, pacaran... ada apa dengan pacaran??? yah jelas-jelas ga ada perintah Allah ato sunah rasulullah yang menganjurkan kita pacaran sebelum nikah. tapi menurut musuh-mush kita, ato orang-orang yang telah menjadi korban dalam perang ini, menganggap pacaran sah-sah aja ko... selama ga "macem-macem"... sekedar pegangan tangan gpp lah, tapi yakin dah... awalnya pegangan tangan tapi lama-lama bisa cipika cipiki, pelukan, cipokan, de el el (wah...banyak amat istilahnya...hehehe) dan itu semua dianggap biasa aja ko....malah bisa ningkatin prestasi belajar, hehehe. But see... berapa banyak ce yang nangis-nangis 7 hari 7 malam, yang konsentrasinya nurun (lebai baget nih) gara-gara diputusin/ disakitin co nya... berapa banyak ce/co yang boong ijin keluar mau ngeprint ato belajar kelompok... tapi malah jalan berduan ke tempat-tempat yang gitu deh...See the fact guys!


Masih mau contoh yang laen? Masih penasaran? Nih aye kasih lagi. Tau Game Online Kan? Point Blank, Ayo Dance, CS dan laen laen, tanpa perlu penjelasan panjang, game-game tersebut telah menyita banyak waktu kita atau adek-adek kita kan? waktu yang seharusnya kita pake buat menghasilkan karya-karya positif, malah kita buang dengan maen game di warnet atau komputer di rumah. Nah pasti tau dong siapa yang buat dan buat apa di buat? kita yang sering maen pasti sadar hal itu, Butul? (kiwil mode on)

Masih banyak contoh perang pemikiran yang laen yang kadang tanpa kita sadari kita dah jadi korban dalam perang itu...

So, How to Win This War?

Nah kita mulai masuk ke strategi perang... biar kita menang...

1. Back to Al Qur'an and As Sunnah
Yup... Al QUR'AN ITU Buku WAJIB bagi kita... lebih wajib dari Buku Fismat BOAS, dan pastinya lebih wajib dari laporan kita... dan As Sunnah, sebagai contoh dari mahluk yang selalu di jaga dan dibina langsung oleh Allah, yang ga akan mungkin dipisahkan. Kenapa mesti dua ini?
JAWABANNYA karena kita dah ajauh dari dua kitab ini. Hayo ngaku berapa lama dalam sehari lo baca Al Qur'an? Berapa lama dalam sehari lo OL, nonton TV, ato baca komik? Banyakan mana?
Paling-paling Al Qur'an cuma jadi penghias rak buku di rumah biar ga sepi-sepi amat...hehehe
Percaya Ga kalo umat Nasrani dan Yahudi menjauhi kitabnya dan mendekati Science (yang notabene semua terdapat di Al Qur'an) sedangakan umat ISLAM yang dah dikasih Al Qur'an...malah ngejauhin... ckckckc

2. Berpikir Kritis jangan gampang percaya...
Ini yang penting... Kalo ada pa-apa ya dipikir dulu...jangan maen asal ikutin... teliti dulu semuanya, periksa gmana pandangan Al Qur'an dan As Sunnah.. kaya contoh jilbab tadi. Jangan langsung ngejudge jilbab modis itu "bagus". liat dulu Al Qur'an ma Assunah.. cocok ga? kalo cocok lanjutin aja...

Tau ga, Nabi Ibrahim a.s itu adalah manusia yang sangat berpikir kritis. inget kan kisahnya waktu dul di pelajaran SD. ia ngeliat matahari yang dianggapnya tuhan... tapi ternyata ia dikalahkan sama bulan. Ia terus berpikir, ketika bulan lenyap muncul lagi matahari.. berarti bulan bukan tuhan... finalnya ia sangat yakin bahwa yang menciptakan matahari dan bulan lah yang sebenarnya Tuhan. Dia ga mudah percaya sama orang-orang di sekitarnya yang banyak menyembah benda mati (berhala).

Dengan dua cara ini Anda Telah Menjadi Pemenang dalam peperangan ini... tapi jangan terlena dulu... karena musuh-mush kita juga terus berfikir buat ngalahin kita ...oleh karen itu kita butuh langkah ke tiga... yaitu

3. Keyakinan dan Sebarkan
Yup. kalo kamu dah yakin sesuatu itu benar dan baik (sesuai dengan Al Qur'an dan Assunah...dengan penafsiran dan penalaran yang masuk akal dan sesuai dengan keadaan). Perkuat itu menjadi keyakinan kita dan SEBARKAN lah...

Wah dah panjang dan lebar juga ya nulisnya... ya udah-udahan dulu dah nulisnya buat yang ini. Mohon maaf kalo banyak yang ga sesuai ma keyakinan kalian (kalo ada),,, silahkan memberi komentar, kemukaan pendapat berdasarkan literatur yang kamu punya,,, jangan asal ngomong ya....mari kita tukar pikiran, jangan kaya katak dalam kardus...hehehe..kripik dan saran akan saya terima...hehehe