Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label berpikir positif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berpikir positif. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2017

Light of Hope

Dalam suatu ruangan, ada empat lilin yang menyala menenrangi ruangan tersebut. Namun sedikit demi sedikit semua lilin meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar merka

Lilin Pertama berkata:
"Aku adalah lilin kedamaian, namun manusia tak mampu lagi menjaga ku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja."
Demikian sedikit demi sedikit lilin itu padam.

Lilin Kedua berkata:
"Aku adalah lilin keyakinan, sayangnya aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenaliku, manusia tak lagi yakin siapa dirinya, manusia tak lagi yakin kepada Tuhannya. untuk itu tak ada gunanya aku menyala".
Begitu lilin itu selesai berbicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin Ketiga berkata:
"Aku adalah lilin cinta, aku tak mampu lagi untuk tetap menyala. Manusia tak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka kini saling membenci bahkan membenci mereka yang mencintainya, nenbenci keluarganya".
Tampa menunggu waktu yang lama , padamlah lilin ke tiga

Tanpa terduga

Seorang anak saat itu masuk ke dalam ruangan dan melihat ruangan itu cukup gelap karena ketiga lilin telah padam. Karena takut kegelapan, ia berkata
"Apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut kegelapan."
Lalu ia menamgis tersedu-sedu

Lalu dengan terharu lilin keempat berkata
"Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya. Karena aku adalah lilin HARAPAN

Wake Up Friends

Indonesia Masih Punya HARAPAN
HARAPAN DARI KITA

Senin, 12 September 2016

Ada Apa dengan Ibrahim?

Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H :D

Buat para sapi dan mbek yang menyandang predikat hewan qurban, kalian yang tabah ya :D

Oke gaes, kali ini nulisnya yang ringan-ringan aja, ini juga hasil dari denger ceramah abis sholat Idul Adha tadi. Sesuai judul, saya pengen sedikit nulis tentang Ada Apa dengan Ibrahim?

Kenal Ibrahim? bukan, bukan Ibrahim tetangga kamu yak, bukan juga kamu, ini salah satu Rasulullah, Bapak Para Nabi, Salah satu Nabi pilihan yang masuk jajaran Ulul Azmi. Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Trus Ada Apa dengan Ibrahim? Nah ini pertanyaannya. Ada yang udah mikir kah? kenapa dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam? Nabi kita itu kan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, tapi kenapa kita masih harus sholawat ke Nabi Ibrahim Alaihissalam? Bahkan kalo sholat kita ga baca sholawat ke Nabi Ibrahim Alaihissalam, sholat kita failed alias gagal karena membaca shalawat adalah salah satu rukun sholat Tau kenapa?


ini nih alasannya, ada di Al Quran,
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl: 123)

Then We revealed to you, [O Muhammad], to follow the religion of Abraham, inclining toward truth; and he was not of those who associate with Allah. (An Nahl: 123) 

kita ga akan bahas tafsir, saya juga bukan ahlinya, tapi secara arti aja, Nabi Muhammad Sallahau Alaihi Wassalam diwahyukan oleh Allah, untuk ngikutin agama Nabi Ibrahim Alaihissalam, Agama Apa itu? ya Agama Islam. Agama yang Tuhannya cuma satu, Allah Subhanahu Wata'ala.

Tapi kita disini ga akan bahas tentang Agama, tapi lebih ke sosok Ibrahim, sosok Nabi yang masih kita sholawatin sampe saat ini, kenapa? Karena banyak hal yang kita pelajari dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keluarga bersarnya.

1. Kebiasaan Berdoa kepada Allah
Cek dah, kebiasaan Nabi Ibrahim Alaihissalam di ayat-ayat di Al Quran. Kebanyakan ayat-ayat di Al Qur'an tentang Nabi Ibrahim, isinya adalah Doa, apa-apa doa. Nah ini yang harus kita contoh, mau ngapa-ngapain ya doa dulu. Doa ke siapa? ya Ke Allah, sipa lagi Tuhan kita? Betul tidak?

Bahkan salah satu doa awal dari Nabi Ibrahim saat meninggalkan baby Ismail dan Ibunya di Padang Tak Bertuan (baca Q.S. Ibrahim ayat 35 - 41) adalah memohon biar keturunannya ga nyembah yang lain, nyembahnya, mintanya, bergantungnya, cuma sama Allah aja
Bayangin gaes, seorang perempuan, baru melahirkan dengan balita yang belum bisa berbuat banyak, ditinggal di sebuah padang (tanah lapang, ada juga yang bilang padanag pasir), yang ga keliatan satu rumahpun disitu. Bayangin kalo kita jadi mereka, ga ada siapa-siapa yang bisa dimintain tolong, tapi Ibrahim minta ke yang punya itu lahan, siapa? ya Allah SWT.

Makannya, sebelum apa-apa, kita DOA dulu ke Allah, mau nulis, doa dulu, mau baca, doa dulu, mau makan doa dulu, mau masak doa dulu, mau ngapa-ngapain doa dulu ke Allah. Laporan dan minta dulu sama Allah, anggap aja kita lagi ada di tengah lautan dan cuma kita aja, mau minta tolong kesiapa? 

2. Terus Usaha sampai Allah realisasikan
Nah, kadang kita gampang nyerah dan ga mau coba lagi ketika kita mengalami kegagalan. Bayangin kalo itu terjadi sama Siti Hajar, Istri ke-2 dari Nabi Ibrahim, Ibu dari Nabi Ismail Alaihissalam.

Kalo aja Allah ciptakan Siti Hajar dari golongan orang-orang yang lemah, yang ga kuat mentalnya dan tenaganya, ga ada itu rukun haji lari bolak balik Safa dan Marwah. Bayangin gaes, seorang ibu yang cemas ngeliat anaknya nangis kehausan, sedangkan disitu cuma ada mereka berdua, ga ada orang lain di padang yang luas, Mereka berdaoa ke Allah? Jelas, mereka pasti berdoa ke Allah, tapi Allah juga mau liat keseriusan dari doa-doa dia (Siti Hajar).

Siang hari, panas-panas kaya sekarang di Arab (katanya sampe 50an derajat celcius), waktu yang cocok buat peristiwa fatamorgana. Terlihat seperti ada air, tapi ga ada air, cuma udara yang menciptakan ilusi optik. Nah itu yang Siti Hajar lihat, ketika melihat seperti ada air di bukit sebelah, dia lari kesana berharap Allah turunkan air disana. Faktanya? ga ada, sampai 7 kali bolak balik. Kalo Siti Hajar lemah, sekali balik pasti udah nyerah. Setelah cape 7 kali bolak balik Hasilnya apa? GAGAL bos secara pandangan manusia

Tapi Allah ga tinggal diam kepada hambanya yang udah berdoa dan berusaha, emang bener Siti Hajar ga berhasil alias GAGAL dapetin air, tapi Allah kasih jalan lain, melalui kaki mungil Ismail. Di bawah kakinya, muncul mata air yang sampai hari ini masih terus mengalir.

Nah, kalo kita udah doa, udah usaha sesuai dengan doa, tapi Allah belum juga ngeliatin kita hasilnya. Santai, jangan keburu nyerah, istirahat boleh, tapi terus aja usaha, ga tau darimana, mungkin dari arah yang ga kita duga, Allah kirim hasil doa dan usaha kita. Kaya cerita Siti Hajar barusan

Tadi dikhutbah ada 4 sih yang khatib kasih tau, tapi nanti nyambung lagi InsyaAllah
Semoga ini bisa mendorong kita untuk terus berDOA dan berUSAHA, jangan nyerah sob :)

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

to be rsambung

Rabu, 17 Agustus 2016

MERDEKA

MERDEKA

Bismillahirrohmannirrohim
MERDEKA itu adalah ketika menjadi hamba Allah saja. Hanya Allah yang kita taati, turuti, dan patuhi. Hanya Allah yang Paling Besar, Paling Tinggi, dan Paling Mulia
MERDEKA itu tidak menjadi hamba duit, jabatan, waktu, nafsu, partai, dan siapa pun. Berdaulat atas dirinya sendiri karena hanya menghamba kepada Allah Subhanahu wata’ala

Jakarta, 17 Agustus 2016
Yusuf Mansur

Minggu, 28 Agustus 2011

Air dan Api

Air adalah zat yang tersusun dari ikatan dua unsur hidrogen dan satu unsur oksigen. Sedangkan api adalah oksigen yang memanas yang memancarkan energi yang cukup tinggi.

Selama ini kita tahu bahwa ungkapan "bagai air dan api" adalah ungkapan yang memiliki arti hubungan yang sulit bahkan tidak mungkin bersatu. Hubungan yang satu akan mengalahkan yang lain dalam jika jumlah mereka lebih besar.

Dalam filosofi api sering dikaikan dengan sifat liar dan sifat keberanian, sedangkan air yang dingin menunjukkan kelenturan, keakraban, dan ketenangan.

Mungkin orang selalu berpikir air dan api adalah hubungan yang tidak menguntungkan. Tapi pernahkah kita melihat dari sisi yang berbeda. Saya bisa katakan mereka bukan saling bermusuhan, melainkan saling melengkapi. Zaman dulu, tak akan ada air panas, tanpa adanya api baik dalam bentuk api kompor atau api gunug (read: magma). Pembuatan uap air pun membutuhkan air yang lebih banyak dari hasil pemanasan air oleh api.

Itu lah yang kadang kita jarang lakukan, melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Pemikiran kita cenderung berada pada posisi dimana kita berpikir langsung atas apa yang kita lihat, Tak jarang pemikiran ini menimbulkan reaksi negatif.

Sekarang apa yang kita pikirkan atas masalah-masalah ini:

1. Lima rumah di kecamatan X habis terbakar pada peristiwa kebakaran kemarin
2. 10 orang dari 1000 pelamar pekerjaan di perusahaan Y akan diterima
3. Dompet kita dicopet, uang sebesar Rp 350.000,- dan surat-surat penting lainnya ada di dalamnya.

Bagaimana/ Apa tanggapan kita?
Mungkinkah apa yang kita pikirkan sama
Untuk masalah pertama sesaat akan terlintas, kasihan sekali yang punya rumah, pasti sedih banget, apa lagi mau lebaran. Tidak ada yang salah dengan pemikiran tersebut, tapi coba simak pemikiran ini, Alhamdulillah masih banyak rumah yang ga kebakar, jadi masih bisa menolong orang-orang yang rumahnya kebakar, seenggaknya bisa membantu menghibur mereka. Bagaimana?

Untuk masalah kedua dan ketiga tentunya kita juga sudah tau apa yag akan kita pikirkan. Dari pada berpendapat kasihan yang 990 orang belum dapet kerja, lebih baik kita bersyukur Alhamdulillah ada 10 orang yang ketrima, pengangguran berkurang sedikit. semoga 10 orang tadi akan bekerja maksimal sehingga perusahaannya makin besar dan membutuhkan orang lagi sehingga yang 990 orang bisa di ajak lagi. Amin. Lalu daripada larut memikirkan hilangnya dompet beserta uang dan surat berharga, lebih baik kita syukuri nyawa dan keimanan kita masih ada di dalam raga ini, belum ada yang nyopet kan?

So. change your lens to change your world.
Berpikir positif yuk (berpikir positif: kalo ga ada yang baca nih blog, seenggaknya penulisnya dah baca, Alhamdulillah :-) )