Cari Blog Ini

Minggu, 29 Januari 2012

The Legend of Science - Buku Biologi -1

Suatu hari aku dan kakakku pergi mencari tumbuhan di hutan dekat desa kami. Tumbuhan tersebut akan kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan. Ya, kami berasal dari Desa Biologi selatan. Desa dengan penduduk yang hanya berjumlah 180 orang. Hari ini kami mencari tumbuhan yin xing dan tebuga. Dua tumbuhan ini adalah tumbuhan obat yang sering kami gunakan. Kakakku, Akas, adalah pemuda biasa yang hanya satu-satunya di desaku. Ada suatu perbedaan antara aku dan kakakku. Aku mampu mengenali lebih banyak tumbuhan tanpa harus menanyakannya oleh para elder di desaku. Aku mengenal yin xing dengan nama Gingko biloba dan tebuga dengan nama Albizzia ngriophylla. Aku mampu mengenali tumbuhan dengan ciri-cirinya dan kandungan didalamanya, bahkan tumbuhan yang baru ku temui dapat aku ketahui nama dan kandungannya...

"Hei, Arata, berhentilah bercerita dan bantu aku temukan dua tanaman itu atau jika tidak maka nenek akan menghukum kita!"

"Baiklah kakakku yang cerewet, cukup perhatikan tanaman tinggi, dengan daun berbentuk kipas, tidak berbuah, karena tanaman ini berbiji terbuka..."

"cukup Arata, tanpa bualan biologi mu itu aku akan lebih konsentrasi mencari yin xing. Bualan biologimu selalu membuat semua menjadi berantakan..."

"APA KATAMU? Kau tidak pernah mau mendengarkanku, memangnya siapa yang mencuci bajumu, celanamu, dan kaos kakimu yang penuh bakteri? siapa yang mengurus semua masakan di dapur sehingga kau bisa makan makanan higienis, KAU TIDAK PERNAH MAU MENDENGARKANKU..".

KRAK,  suara didnding tebing yang penuh dengan lumut daun retak saat Arata memarahi kakaknya

"Umm.. Arata...." kata Akas sambil ketakutan

"APA, KAU Mau mengeluh lagi, kau tidak tahu terima kasih..."

KRAK .... KRAK ... suara retakan dinding tebing semakin keras, tanda retakan besar sudah mulai terlihat. Arata langsung berbalik ke belakang dan melihat tebing yang retak dan siap runtuh. Ia terpaku sejenak melihat tebing yang mulai menjatuhkan potongan batu-batu kecil.

Suara gemuruh mulai terdengar saat batu-batu ukuran besar jatuh dari atas tebing. Akas langsung menarik tangan Arata yang masih terdiam. Arata langsung tersadar dan berlari bersama Akas menjauhi reruntuhan. Batu-batu besar pecahan dinding tebing ikut membuat suara gemuruh semakin menakutkan bagi mahluk hidup disekitarnya.

Beberapa waktu kemudian runtuhan berhenti dan membuat sebuah goa di tebing tersebut. Reruntuhan tebing menumpuk tinggi sampai ke mulut gua tersebut. Atara yang lebih berani dari Akas memberanikan diri memasuki goa tersebut.


"Hey, mau kemana kau?" teriak Akas pada adiknya yang sedang menaiki reruntuhan.


"Aku mau lihat ada pa di dalam goa tersebut" kata Atara sambil berjalan.


Akas coba menahan Atara, namun nalurinya mengatakan untuk tetap masuk ke dalam goa tersebut.

Didalam Goa ternyata cukup gelap, untungnya Akas selalu membawa lentera di tasnya. Ia menerangin sekelilingnya.

"Akas, lihat ada seorang anak di sini", Teriak Atara pada Akas.


"Hati-hati siapa tau ia anggota negara kimia yang sedang menyamar"


"Apa bagimu dia terlihat seperti orang jahat? Bagiku ia seperti seorang yang bisa meolong kita keluar dari sini"


"Terserah kau saja kepala batu" tukas Akas


Anak itu tersadar. Seorang anak berusia 13 tahun, dengan sebuah pemantik api kuno ditangannya. Ia membuka matanya dan melihat kami berdua sedang melihat kearahnya. 


"Apa ini sudah pagi?" tanya anak itu pada kami dengan mata yang sayu.

"Siapa kau? apa tujuanmu kemari? apakah kau anggota kerajaan kimia?" tanya Akas bertubi-tubi


"Tenang Akas, dia baru saja bangun tidur" sahut Arata.


"Kalian siapa?" tanya anak itu


"Aku Arata dan ini kakakku Akas. Kami dari desa biologi selatan. Kamu sendiri siapa dan dari mana asalmu?"


"Aku Aong, aku dari desa ...."


"Atara, ayo cepat keluar hari sudah menjelang senja. Pelita ku tak cukup untuk menerangi jalan sampai kerumah."


"Aku bisa membantu, aku punya m tumpangan buat kalian pulang"

"Jangan percaya dia Arata, dia mungkin saja akan membawa kita kenegara Kimia." cegah Akas

"Hey aku dari negara Fisika" Tukas Aong


"Bagaimana kami mempercayaimu" Tanya Akas


"Lihatlah aku membawa pemantik api dan glider kemari. Aku bisa menciptakan apai dengan alat ini dan aku bisa terbang dengan glider ku." ucap Aong.


Akas dan Atara melihat barang yang dibawa oleh Aong. Sungguh diluar dugaan mereka, Barang2 yang dibawa Aong sama persis dengan barang-barang kuno yang mereka pelajari di sekolah.


"Apakah kau benar dari negara Fisika?" Atara memberanikan diri bertanya


"Tentu saja"
"Hey aku lapar, mari kita cari makan!" jawab Aong dengan ringan


"Tapi kami mengetahui bahwa negara fisika kalah dalam perang 100 tahun yang lalu"


"Tidak mungkin Atara, aku saja baru pergi kemarin, dan tertidur di goa ini. Sudahlah ayo kita cari makan, setelah itu kalian akan ku ajak melihat negara Fisika" kata Aong


Atara dan Aksa saling berpandangan. Dalam otaknya, Arata terus memikirkan perkataan neneknya saat ia kecil Avatar, penguasa empat ilmu akan berasal dari Negara Fisika.


bersambung lagi ahhh....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar