Air adalah zat yang tersusun dari ikatan dua unsur hidrogen dan satu unsur oksigen. Sedangkan api adalah oksigen yang memanas yang memancarkan energi yang cukup tinggi.
Selama ini kita tahu bahwa ungkapan "bagai air dan api" adalah ungkapan yang memiliki arti hubungan yang sulit bahkan tidak mungkin bersatu. Hubungan yang satu akan mengalahkan yang lain dalam jika jumlah mereka lebih besar.
Dalam filosofi api sering dikaikan dengan sifat liar dan sifat keberanian, sedangkan air yang dingin menunjukkan kelenturan, keakraban, dan ketenangan.
Mungkin orang selalu berpikir air dan api adalah hubungan yang tidak menguntungkan. Tapi pernahkah kita melihat dari sisi yang berbeda. Saya bisa katakan mereka bukan saling bermusuhan, melainkan saling melengkapi. Zaman dulu, tak akan ada air panas, tanpa adanya api baik dalam bentuk api kompor atau api gunug (read: magma). Pembuatan uap air pun membutuhkan air yang lebih banyak dari hasil pemanasan air oleh api.
Itu lah yang kadang kita jarang lakukan, melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Pemikiran kita cenderung berada pada posisi dimana kita berpikir langsung atas apa yang kita lihat, Tak jarang pemikiran ini menimbulkan reaksi negatif.
Sekarang apa yang kita pikirkan atas masalah-masalah ini:
1. Lima rumah di kecamatan X habis terbakar pada peristiwa kebakaran kemarin
2. 10 orang dari 1000 pelamar pekerjaan di perusahaan Y akan diterima
3. Dompet kita dicopet, uang sebesar Rp 350.000,- dan surat-surat penting lainnya ada di dalamnya.
Bagaimana/ Apa tanggapan kita?
Mungkinkah apa yang kita pikirkan sama
Untuk masalah pertama sesaat akan terlintas, kasihan sekali yang punya rumah, pasti sedih banget, apa lagi mau lebaran. Tidak ada yang salah dengan pemikiran tersebut, tapi coba simak pemikiran ini, Alhamdulillah masih banyak rumah yang ga kebakar, jadi masih bisa menolong orang-orang yang rumahnya kebakar, seenggaknya bisa membantu menghibur mereka. Bagaimana?
Untuk masalah kedua dan ketiga tentunya kita juga sudah tau apa yag akan kita pikirkan. Dari pada berpendapat kasihan yang 990 orang belum dapet kerja, lebih baik kita bersyukur Alhamdulillah ada 10 orang yang ketrima, pengangguran berkurang sedikit. semoga 10 orang tadi akan bekerja maksimal sehingga perusahaannya makin besar dan membutuhkan orang lagi sehingga yang 990 orang bisa di ajak lagi. Amin. Lalu daripada larut memikirkan hilangnya dompet beserta uang dan surat berharga, lebih baik kita syukuri nyawa dan keimanan kita masih ada di dalam raga ini, belum ada yang nyopet kan?
So. change your lens to change your world.
Berpikir positif yuk (berpikir positif: kalo ga ada yang baca nih blog, seenggaknya penulisnya dah baca, Alhamdulillah :-) )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar